Seputar Marketing — Generasi millennial yang juga disebut echo-boomer adalah pengguna mayoritas di jagat maya. Itu berarti, Anda tidak boleh lalai menerapkan tips digital marketing khusus untuk menyasar para dewasa muda ini.

Per 2018, riset oleh Ericsson mengungkap bahwa millennial menghabiskan minimal 3 jam setiap hari untuk mengecek update media sosial. Dengan frekuensi selama itu, bayangkan berapa exposure yang bisa Anda tangguk hanya dari demografi ini saja.

Namun, salah satu karakter generasi millennial yang paling menonjol adalah sensitif dan tidak mudah ditebak. Adakah tips sukses digital marketing untuk memenangkan hati generasi satu ini?

Ini dia jawabannya.

 

1. Millennial Tahu Baik Mobile maupun PC Website Menawarkan Hal yang Sama

Dan hal ini berbeda jauh dengan pandangan baby boomers alias generasi orang-orang tua. Sementara para paro baya cenderung berpikir sebuah informasi baru valid jika dicek menggunakan komputer PC, para millennial tahu bahwa ponsel juga menawarkan hal yang sama.

Tidak ada bedanya isi Wikipedia yang diakses melalui smartphone maupun PC. Ponsel juga bisa digunakan untuk mengadakan transaksi-transaksi, seperti mem-booking tiket pesawat, membalas E-mail, memesan hotel, dan lain-lain.

 

2. Millennial Cenderung Membeli dan Memesan Apa pun via Ponsel

Generasi millennial suka yang praktis-praktis. Jika bisa melakukan semuanya dengan satu genggaman, mengapa harus ribet?Menurut riset Google sendiri, 66% millennial yang disurvey memesan tiket pesawat dan hotel melalui smartphone saat travelling.

Jauh berbanding terbalik dengan generasi berusia 35 tahun ke atas yang kurang mempercayai mobile booking (hanya 58% yang begitu).

 

3. Cobalah Berkolaborasi, dan Hindari Hard-Selling

Anda tidak bisa membeli kepercayaan millennial dengan metode hard-selling yang nyata-nyata menyodorkan produk Anda di muka mereka. Tipsnya, bermainlah dengan cara yang lebih halus.

Millennial menempatkan influencers sebagagai rolemodel, sehingga tak ada salahnya berkolaborasi dengan beberapa pesohor, artist, atau selebgram untuk memasarkan produk Anda. Mereka lebih mudah percaya jika sebuah produk cocok digunakan oleh seorang public figure alih-alih langsung disuruh membeli sendiri.

 

4. Sosial Media adalah Tambang Ulasan Anda

Sebuah riset oleh Hubspot mengemukakan bahwa 80% konsumen millennial mencari informasi tentang sebuah produk sebelum membeli. Sekitar 70%-nya mencari informasi di Internet, khususnya di media sosial seperti Twitter atau Facebook.

Jadi, mengapa tidak membuat akun untuk produk Anda? Di situ juga, kaum millennial baisa lebih vokal dalam menyuarakan ulasan mengenai produk Anda. Anda juga bisa memberikan respon cepat ketika mereka memberikan mention atau reply di page Anda untuk bertanya lebih jauh mengenai spesifikasi produk.

 

5. Optimalkan Strategi Mobile

Jangan mempersulit akses mobile website maupun media sosial Anda. Buatlah semenarik mungkin dengan konten yang eyecatching, tapi juga jangan buat loading screen-nya terlalu berat hingga lama diakses. Ini karena generasi millennial paling sering membuka apa pun melalui ponsel mereka, sehingga Anda pun harus menyiapkan strategi mobile yang matang.

 

strategi menyasar millennial

 

6. Millennial Menyukai Kupon dan Diskon

Semua orang menyukai diskon, tapi tidak ada yang lebih fanatik daripada generasi millennial. Potongan harga, gratis ongkos kirim, cashback, semua itu adalah tiket menuju penjualan tanpa henti di pihak Anda.

Millennial sadar bahwa harga segala barang naik pada era ini. Sebab itu, mereka cepat belajar untuk memanajemen keuangan mereka dengan memanfaatkan kupon dan diskon. Sekitar 66% millennial pengguna sosial media sengaja mem-follow akun-akun brand untuk memperoleh informasi tentang kupon dan potongan harga. Jadi, jangan lupakan ini.

7. Bujuk Mereka Sehalus Mungkin

Generasi millennial lahir pada era peralihan industri. Dalam arti, merekalah yang paling paham dan familier dengan cara kerja industri teknologi. Millennial telah belajar membedakan mana hoax dan bukan, tahu tentang spam, dan juga terpapar sisi buruk cara kerja industri periklanan tradisional.

Akibatnya? Mereka amat skeptis pada iklan. Pilihan Anda hanyalah membuat iklan yang tidak terasa seperti iklan, dan membujuk mereka pelan-pelan dengan product placement yang lebih bernada informatif

 

8. Transparansi adalah Cara Mempertahankan Loyalitas Millennial

Bisakah seorang millennial loyal pada suatu brand? Mungkin saja. Caranya, adalah menyajikan transparansi sebanyak mungkin.

Izinkan customer memberikan ulasan jujur mengenai produk Anda di laman media sosial perusahaan, atau website Anda. Ulasan yang jujur menjadi patokan utama generasi millennial dalam memilih produk. Anda juga harus selalu up-to-date dalam menyajikan info-info tentang produk Anda seharu-hari.

 

9. Lebih Banyak Menyampaikan Keluhan di Sosial Media

Jika dulu  Anda harus meraih nomor customer service untuk menyampaikan keluhan tentang produk, tidak demikian dengan cara para millennial. Dan untuk itulah Anda harus memiliki akun media sosial. Mereka gemar menyampaikan keluhan, review, atau bahkan endorsement melalui sosial media secara langsung dengan memberikan mention ke produk atau URL akun sosial media Anda.

Bayangkan, apa yang terjadi jika Anda tidak punya sosial media untuk membalas itu secara langsung? Tim PR Anda jadi harus bekerja ekstra untuk menambal exposure buruk.

10. Go Social

Televisi memang masih memegang pengaruh dengan angka 70% dalam hal mempengaruhi minat beli konsumen. Meski begitu, di antara kalangan millennial sendiri, 60% sudah mengandalkan media sosial.

Itu tergolong angka yang besar, sehingga bayangkan apa jadinya jika Anda tidak membuat brand Anda relevan di tengah kancah media sosial. Apalagi mengingat brand-brand lain mungkin sudah melancarkan strategi ini untuk menggaet hati generasi dewasa muda satu ini. Segera tata media sosial Anda serapi mungkin, semenarik mungkin, dan biarkan para millennial memilih dengan sendirinya.

Menarik hati generasi millennial memang tidak gampang, tapi sekali Anda menguaai 10 hal tersebut, dijamin mereka tidak akan berpindah lain hati. Nah, semoga sukses.

× Silahkan Konsultasi Marketing GRATIS !