Seputar Marketing — Jika Anda berpikir strategi menggunakan influencer adalah tren baru-baru ini, pikir dua kali. Bahkan sejak era 1700-an, brand-brand biskuit atau pakaian telah menggunakan popularitas para bangsawan untuk menunjukkan pada khalayak ramai betapa bagusnya produk mereka. Demikian pula pada era modern, ketika produk makanan ringan seringkali menyertakan photopack artis idola bagi pembeli yang beruntung.

Menginjak era digital, permainan sedikit berubah meski intinya tetap sama: konsumen cenderung merasa yakin dan mudah tergiur membeli produk yang disukai oleh orang terkenal. Orang terkenal ini bisa siapa saja; artis, penyanyi, ilmuwan, bahkan pengguna Internet yang punya jumlah follower di atas rata-rata.

Mereka-mereka inilah yang disebut influencer. Para influencer mematok harga yang relatif tinggi untuk mutu post bermuatan iklan produk khusus untuk Anda. Tetapi meski hasilnya memang terasa di angka penjualan, mulai banyak pelaku usaha yang beralih ke influencer non-selebriti seperti blogger tentang gaya hidup, ibu rumah tangga yang banyak berbagi tips masakan, dan sejenisnya.

Baca juga: 10 Tips Digital Marketing untuk Menyasar Millennial

Kalangan influencer non-selebriti inilah yang disebut micro-influencer. Dan apa keistimewaan mereka sehingga orang mulai mempertimbangkan kerja sama untuk menggenjot strategi mereka?

Untuk menjawabnya, sebaiknya Anda menyimak tiga alasan berikut.

1. Tarif Micro influencer Lebih Murah

Membayar artis papan atas untuk mempromosikan produk Anda memang taktik yang tokcer. Hanya dengan satu mention aja, para penggemar artis tersebut bisa langsung berlomba-lomba mengunjungi etalase produk Anda. Hasilnya, adalah angka conversion rates yang tidak tanggung-tanggung.

Akan tetapi, Anda juga harus rela merogoh kocek untuk menggunakan jasa seorang pesohor. Belum lagi, Anda juga harus bergantung pada kebaikan hati mereka mengenai kapan mereka akan mengepos promo iklan Anda. Ini belum pula menghitung view dan kemungkinan daya beli audiens sang artis. Semuanya serba untung-untungan.

Sebab itu, para pakar digital marketing punya pandangan lain: daripada menghabiskan seluruh budget Anda untuk satu influencer, mengapa tidak membagi-baginya ke beberapa micro-influencer? Toh, para influencer non-selebritis ini juga punya daya tarik tersendiri bagi audiensnya.

Baca juga: Cara Menggunakan Instagram untuk Promosi Bisnis Anda

Membagi budget Anda untuk kerja sama dengan beberapa micro influencer sekaligus juga bisa membuat Anda berpikir ke depan dan menyiapkan strategi campaign jangka panjang bersama mereka. Hasilnya, adalah tim yang lebih solid dan terukur.

2. Micro Influencer Terasa Lebih Relatable bagi Audiens

Poin ini perlu dicatat khususnya jika produk endorse Anda lebih menarik bagi kalangan kelas menengah atau ke bawah. Misalnya jika Anda menjual lipstick berbahan alami dengan range harga 50-150 ribu rupiah; Anda mesti tahu bahwa pasar Anda bukan golongan orang yang sangat kaya.

Dan dengan begitu, menyewa jasa influencer kelas atas bisa-bisa malah kontraproduktif. Sebab audiens tahu bahwa itu hanya iklan, dan tahu bahwa influencer yang mengiklankannya melakukannya karena dibayar.

Beda kasusnya jika seorang micro-influencer pilihan Andalah yang mengiklannya. Target pasar Anda akan merasa sedang melihat seorang teman yang lebih mengerti sedang memeragakan suatu produk kepada mereka. Akibatnya mereka pun tak segan untuk ikut mencoba produknya karena tidak ada jurang pembeda seperti halnya selebriti dan orang biasa. Aspek relatibility inilah nilai jual micro influencer.

3. Engagement yang Lebih Terasa Alamiah

Kekurangan microinfluencer memang memiliki “fanbase” yang relatif sedikit dibanding para selebriti. Tapi sebagai gantinya, engagement yang mereka tawarkan terasa lebih alamiah. Bahkan, hendak beriklan pun seorang microinfluencer tidak dipandang sebagai orang yang menawarkan dagangan kepada followernya.

Begitupun relasi mereka dengan Anda selaku pelaku usaha, apalagi UKM. Secara psikologis, kesamaan perasaan sebagai pemilik usaha yang sedang merintis biasa menimbulkan engagement yang lebih alamiah antara Anda dan micro influencer yang Anda pergunakan jasanya.

Hasilnya, bukan hanya relasi bisnis yang berpotensial menjaring ROI tinggi–Anda juga seperti menemukan teman sejati di bisnis dunia maya.

Jadi, tidak ada ruginya melirik jasa microinfluencer, bukan?

Baca juga: Cara Membuat Strategi Digital Marketing untuk Tahun 2019

× Silahkan Konsultasi Marketing GRATIS !