Seputar Marketing — Tidak ada cara yang lebih tragis untuk menghamburkan budget marketing tanpa hasil selain menyetel advertisement, lalu membiarkannya begitu saja tanpa strategi apa pun. Platform-platform penyedia ads seperti Google mungkin memang menyajikan kemudahan dalam sekali pandang, tapi faktanya, Anda masih harus ekstra hati-hati.

Fokuslah pada ROI. Tugas Anda adalah menjadi pelaku usaha yang pandai dan memahami algoritma Goodle Ads yang terus berganti-ganti, dan beradaptasi dengan itu agar dapat menarik keuntungan sebesar-besarnya.

Adakah 6 tips sukses untuk merajai search engine advertising dengan efektif? Simak di bawah ini.

 

1. Jalankan 2 Ads, Lalu Bandingkan

Kunci dari tips yang satu ini adalah untuk membandingkan perolehan bid. Sederhananya, bid adalah jumlah yang Anda bayarkan untuk perolehkan klik per masing-masing iklan. Tapi faktanya, ketika sebuah ad memperoleh banyak klik tidak berarti iklan Anda sukses. Anda juga harus melihat faktor lain, seperti berapa banyak leads atau customer yang masuk.

Sebab itulah, sangat tidak bijak jika Anda hanya menjalankan satu ads. Pasang dua ads (tentunya dengan strategi dan konten yang berbeda), lalu bandingkan performanya. Tujuan dari tips ini adalah untuk menaruh lebih banyak daya dan usaha pada ads yang berperforma lebih baik, lalu mengurangi yang satunya.

2. Cobalah Bereksperimen dengan Match Types

Ketika Anda selesai menyeleksi keyword yang akan Anda gunakan untuk campiagn Anda, saatnya bereksperimen. Tujuannya adalah untuk mendapatkan traffic yang sesuai dengan golongan audiens yang Anda bidik. Ini menentukan kepada siapa saja kueri pencarian Google akan muncul di mesin pencarian. Ada tiga macam match, yaitu:

Satu, broad match. Inilah tipe kueri pencarian terumum. Dengan broad match, artinya siapa pun yang melakukan pencarian di Google akan terpapar iklan Anda karena keyword yang mereka gunakan beririsan dengan keyword yang Anda pasang; terlepas dari kata-kata tambahan di kueri tersebut. Ini menjamin exposure yang luas, tapi di sisi lain, juga menjaring audiens di luar target Anda.

Sebagai contoh, Anda adalah penjual sepatu sehingga Anda memasang keyword “Beli Sepatu”. Tapi yang masuk ke web Anda malah orang yang mengetik pencarian “Beli dan Lelang Sepatu”. Mengena memang, tapi salah sasaran.

 

search engine marketing

 

Kedua, adalah phrase match. Inilah jenis query yang mengizinkan Google untuk menampilkan iklan Anda pada mereka yang mengetik kata pencarian dengan urutan persis dengan keyword Anda. Inilah jalan tengah yang paling efektif, karena tugas Anda hanya tinggal membatasi klik-klik kurang relevan yang Anda terima. Misalnya, masih dengan sampel keyword di atas, yang masuk adalah klik dari pencarian seperti “Beli sepatu wanita” dan sejenisnya.

Terakhir, adalah exact match. Ini tipe pencarian yang hanya akan mengantarkan orang ke web Anda jika mereka mengetik kata pencarian persis dengan keyword yang kita pasang; tanpa tambah dan kurang. Biasanya, keyword ini sangat spesifik seperti “Jual jamu temulawak putih”. User yang mengetikkan “jamu temulawak putih” saja tidak akan menyasar ke web Anda.

Jadi, mana di antara tiga di atas yang paling bagus? Tergantung. Kuncinya adalah Anda bandingkan dan eksperimenlah dengan 3 jenis keyword tadi, lalu temukan mana yang paling pas untuk brand Anda.

Baca juga: 6 Cara Mendapatkan Lebih Banyak Follower di Facebook untuk Bisnis Anda

3. Tambahkan Negative Keywords

Negative keywords memungkinkan Anda untuk mengecualikan istilah penelusuran dari ads campaign lain sehingga membantu Anda untuk fokus pada keywords yang relevan bagi audiens yang Anda targetkan .

Misalnya, katakanlah Anda menjual pakaian wanita dewasa. Nah, Anda dapat memasukkan “pakaian pria”, “pakaian anak”, atau “pakaian balita” sebagai negative keywords. Jadi, ketika ada orang yang melakukan pencarian di Google dengan kata kunci tersebut, iklan Anda tidak akan muncul. Jadi, ini bisa menyeleksi setiap leads yang masuk.

 

3. Tambahkan Keyword Baru

Sudah yakin dengan performa keyword yang Anda gunakan selama ini? Nanti dulu. Seperti yang telah diketahui, algoritma Google Ads terus berubah dan Anda harus terus beradaptasi. Cek performa keyword andalan Anda dari waktu ke waktu. Ketika tampaknya mulai turun, Anda wajib memikirkan dan menambahkan keyword baru agar tetap relevan.

 

4. Uji Cobakan Ad Copy Anda

Tidak perlu membuat copy yang cantik seperti penyair, asal jelas. Dan yang paling penting, memuat semua keyword yang Anda tentukan. Ini penting karena setelah match dan exact keywords ditentukan, tugas Anda adalah untuk memikat orang yang membacanya agar membeli produk atau jasa Anda.

Jika Anda merasa kesulitan, jangan gengsi untuk melihat web kompetitor Anda untuk menganalisis di bagian mana Anda kurang benar melakukannya. Tidak ada kata terlambat untuk belajar.

Baca juga: Reach vs Impression: Apa Bedanya untuk Strategi Marketing Anda?

 

5. Pertimbangkan untuk Menyewa Jasa Profesional

Budget Anda bisa habis, dan campaign Anda harus efektif. Jika setelah membaca paparan ini Anda masih tidak yakin dengan performa diri Anda, tidak ada salahnya menyewa jasa profesional. Mereka adalah orang-orang yang telah berlatih bertahun-tahun untuk menangani digital marketing. Dan dibandingkan dengan ROI yang Anda tangguk nanti, jumlahnya terhitung tak seberapa.

Yuk, sambut sukses beriklan dengan Search Engine dengan efisien di sini.

× Silahkan Konsultasi Marketing GRATIS !