Seputar Marketing – Membuat dan menjalankan strategi digital marketing dengan efektif membutuhkan ketekunan. Membuat strategi, merumuskan taktik yang akan digunakan, hingga mengukur keberhasilan dengan indikator yang tepat. Berikut akan dijelaskan mengenai cara membuat strategi digital marketing untuk tahun 2019.

Cara Membuat Strategi Marketing 2019

  1. Tentukan Strategi Anda

Tahap pertama, Anda harus menentukan strategi yang akan digunakan. Anda harus memahami apa Unique Selling Proposition (USP) dari produk ataupun bisnis yang ingin Anda jual. Apakah pelayanan Anda? Ataukah kualitas dari produk yang ingin Anda kedepankan?

Setelah mengetahui apa USP dari produk Anda, tahap selanjutnya adalah menjadikan USP tersebut sebagai cerita. Cerita yang bisa Anda gunakan dalam semua taktik. Cerita tersebut juga yang akan meninggalkan kesan pertama terhadap audiens.

Baca juga: Tren Konten Marketing yang Efektif di Tahun 2019

  1. Petakan Audiens

Tahap selanjutnya adalah petakan audiens. Anda harus memahami audiens hingga tahap personal agar strategi bisa dijalankan dengan sukses. Pertama-tama, Anda harus menentukan audience persona. Seperti apa audiens Anda? Pahami mulai dari aspek demografi, motivasi, hingga tujuan mereka.

Setelah membuat audience persona, mungkin Anda akan memahami bahwa semua audiens Anda tidaklah sama. Ada yang bermotivasi untuk membeli, ataupun hanya untuk mencari informasi. Untuk itu, penting bagi Anda untuk membuat segmentasi audiens.

Setelah membuat segmentasi, penting bagi Anda untuk memahami mana audiens yang potensial? Apakah ibu-ibu berusia 35-40 yang punya satu anak? Ataukah ibu-ibu berusia 30-35 yang masih belum punya anak? Aspek yang bisa diukur adalah keuntungan, Anda bisa mengetahui keuntungan tersebut dengan mengukur value dari kostumer, atau biasa disebut dengan Costumer Lifetime Value (CLV).

Mengukur tingkat keuntungan bisa diukur dengan Recency, Frequence, Monetary (RFM) analysis. Dengan menggunakan RFM, Anda bisa mengetahui segmentasi yang paling potensial, hingga produk yang paling menguntungkan.

 

Membuat Strategi Digital Marketing

 

  1. Tentukan Goals dan Objectives

Mengembangkan rencana marketing adalah salah satu cara agar strategi yang sudah dibuat bisa berjalan dengan baik. Salah satu caranya adalah memahami bagaimana bisnis Anda bekerja dan goals dari bisnis yang Anda miliki.

Jika goals bisnis Anda adalah mendapatkan banyak kostumer baru, tugas digital marketing adalah menggaet banyak kostumer baru dan mengukur tingkat kesuksesan berdasarkan goals. Sama halnya jika goals-nya adalah meningkatkan profitability, berarti Anda harus meningkatkan revenue dan memotong biaya yang dikeluarkan.

 

Membuat Strategi Digital Marketing

 

Baca juga: Strategi Digital Marketing Melalui Blog dan Manfaatnya

  1. Mengukur Strategi yang Sudah Dilakukan

Tahap terakhir setelah menjalankan adalah mengukur. Dengan mengukur, Anda bisa tahu channel dan taktik mana yang efektif. Selain itu juga hal yang dilakukan setelahnya.

Ada beberapa hal yang bisa diukur, yaitu KPI, engagement, dan objective. KPI adalah goals yang tidak langsung memiliki dampak ke penjualan, tapi semua mengarah ke sana. Misalnya saja, website visit, social sharing, hingga SEO ranking. Semua itu tidak secara langsung mengarah ke penjualan.

Sama halnya dengan engagement. Sebenarnya, engagement juga bisa masuk ke KPI, tapi engagement lebih ke interaksi yang muncul dalam konten. Mulai dari jumlah likes, share, hingga impressions.

Hal terbesar yang bisa diukur adalah objectives. Berapa peningkatan penjualan, hingga peningkatan leads. Belum tentu KPI dan engagement yang tinggi, berhasil melampaui objectives yang diinginkan.

Misalnya, engagement di media sosial tinggi, tapi tingginya engagement ternyata tidak berdampak apapun ke sales. Tidak ada conversion rate, maka channel tersebut tidak mencapai objective yang diinginkan.

 

Membuat Strategi Digital Marketing

 

Baca juga: Manfaat Promosi Melalui Digital Marketing untuk Bisnis Anda

Tren Strategi Marketing Tahun 2019

  1. Artificial Intelligence (AI)

Artificial Intelligence (AI) dapat menganalisis perilaku konsumen dengan lebih baik, dari mulai kebiasaan, pola pencarian, hingga memanfaatkan data penggunaan sosial media. Pada akhirnya, AI dapat membantu bisnis Anda untuk memahami bagaimana pola perilaku konsumen saat melakukan pencarian terkait produk yang mereka inginkan.

Selain itu, teknologi AI juga dapat mengurangi keterlibatan manusia, seperti fungsi live chat pada suatu website. Dengan AI, Anda tidak perlu lagi menggunakan tenaga manusia untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dari konsumen.

Berdasarkan riset Gartner, 25 persen customer service akan menggunakan robot chat AI di tahun 2020. Angka ini mengalami peningkatan yang sangat signifikan jika dibandingkan tahun 2017 yang hanya 2 persen saja.

Menurut Single Grain, di tahun 2020, sebanyak 80 persen pelaku bisnis telah menggunakan ataupun berencana menggunakan robot chat. Single Grain juga menyebut bahwa ada sekitar 1,4 miliar orang berinteraksi dengan robot chat pada tahun tersebut.

  1. Programmatic Advertising

Programmatic advertising juga masih berkaitan erat dengan AI, yang berperan sebagai teknologi yang mampu melakukan pembelian iklan secara otomatis berdasarkan kategori ataupun target pasar yang sudah terprogram sebelumnya. Sederhananya, AI tersebut akan membeli space iklan secara otomatis ketika ada konsumen yang memenuhi kriteria.

Misalnya, Anda sedang berencana untuk membeli mobil, jika dalam satu minggu terakhir Anda sering melakukan pencarian Google seputar mobil, maka AI tersebut mampu untuk menafsirkan keinginan Anda. Jadi, misalnya Anda sedang melihat Instagram Story, di sela-sela story Anda akan melihat iklan tentang mobil ataupun website yang menjual mobil. Seperti itulah programmatic advertising bekerja.

Sistem otomatis ini sangat efisien dan lebih cepat, yang artinya Anda juga akan mendapatkan konversi yang lebih besar. Dengan kelebihannya itulah, programmatic ads diprediksi akan menjadi tren baru pada tahun-tahun mendatang. Bahkan, menurut eMarketer, hampir 90 persen digital marketing di U.S. akan menggunakan sistem ini pada tahun 2020.

  1. Video Marketing

Video marketing terbukti masih sangat efektif untuk tahun-tahun yang akan datang. Perhatikan data berikut:

  • Sebanyak 70 persen konsumen mengatakan bahwa mereka membagikan video suatu brand secara sukarela (Wyzowl)
  • Kemudian, 72 persen pelaku bisnis mengatakan bahwa video meningkatkan konversi (Wyzowl)
  • Lalu, 52 persen konsumen mengatakan bahwa, menonton video suatu brand membuat mereka lebih yakin untuk melakukan pembelian online (Invodo)

Beberapa tren di tahun 2019 adalah live video. Namun, jangan hanya berpikir tentang YouTube, karena ada banyak platform yang bisa Anda gunakan, seperti Facebook, Twitter, Instagram, atau bahkan LinkedIn. Live video banyak digunakan oleh pelaku bisnis ketika melakukan wawancara, demo produk, behind the scenes dari suatu acara, keseharian di kantor, bagaimana produk dibuat, dan sebagainya.

Video dengan format 360 derajat juga diprediksi akan semakin populer, video 360 dinilai dapat memberikan kesan yang lebih interaktif yang memungkinkan audiens dapat melihat di sekitar lokasi.

SEPUTAR MARKETING

Seputar Marketing merupakan marketing agency yang menyediakan solusi marketing terlengkap dan terintegrasi untuk membantu mengembangkan bisnis dan perusahaan Anda.

Untuk informasi lebih lengkap mengenai Jasa Kami,
silakan kunjungi website kami di:

www.seputarmarketing.com

atau hubungi marketing kami di :
marketing@darta.co.id
021 – 53164777