Cara Terbaik Menggunakan Strategi FOMO Marketing Pendongkrak Sales

Cara Terbaik Menggunakan Strategi FOMO Marketing Pendongkrak Sales

strategi fomo marketing

SeputarMarketing – Strategi FOMO Marketing mungkin sering Anda dengar soal fenomena orang merasa takut ketinggalan sesuatu jika tidak mengecek sosial media selama beberapa lama. Tapi tahukah Anda bahwa FOMO bisa digunakan untuk membuat strategi penjualan yang sangat ampuh?

Lazimnya, strategi FOMO memanfaatkan sifat dasar manusia yang selalu ingin jadi bagian dari sesuatu. Nah, hal ini biasanya terbatas pada hal-hal yang menyenangkan seperti mainan, trend, gosip, atau bahkan pengetahuan tertentu. Lalu bagaimana mengaplikasikan FOMO untuk strategi marketing yang pas untuk bisnis Anda?

 

Apa itu FOMO Marketing

Strategi FOMO Marketing

FOMO adalah akronim dari fear of missing out, fenomena di mana seorang individu merasa panik dan takut karena tidak memiliki atau mengetahui hal yang sama dengan sekitarnya. Lumrah, karena naluri manusia termasuk kebutuhan buat merasa sama dengan orang lain.

Menurut jurnal psikologi, FOMO bisa didefinisikan sebagai persepsi seseorang bahwa orang-orang lain mendapatkan sesuatu yang menguntungkan sementara diri kita sendiri tidak. Nah, kita bisa menggunakan ketakutan ini untuk membuat target market kita langsung membeli tidak lama setelah iklan diluncurkan. Dan di situlah kita mulai merancang FOMO Marketing.

 

Baca Juga : 4 Kesalahan Konten Marketing Pemula yang Tidak Disadari

 

Mengapa FOMO Marketing Efektif?

Strategi FOMO Marketing

FOMO marketing punya tingkat keberhasilan tinggi karena sifatnya yang menyasar langsung kelemahan psikologi manusia.

Menurut riset oleh Bloomberg, sekitar 60% millennial memutuskan untuk beli sesuatu hanya karena teman-teman mereka memilikinya. Padahal, millennial adalah 65% pasaran dari seluruh pengguna Online di dunia. Khususnya bagi Anda pelaku bisnis yang menggunakan digital marketing, poin ini tidak boleh dilewatkan.

Per 2021, ditengarai bahwa tren FOMO ini bahkan tidak terbatas pada millennial saja. Anak-anak dan orangtua pun bisa saja mengambil keputusan impulsive buying yang sama.

 

9 Cara Menggunakan FOMO Marketing

FOMO Marketing

Meski begitu, Anda juga patut hati-hati karena FOMO marketing bisa berakibat turunnya kepercayaan audiens bila tidak dirangkai dengan baik. Jadi, bagaimana caranya?

 

#1. Tunjukkan Orang-Orang Sudah Membeli

Poin utama dari FOMO Marketing adalah membuat seolah target buyer Anda sedang dieliminasi atau dikucilkan. Jadi sebisa mungkin, tonjolkan betapa banyak orang yang sudah membeli dan puas akan produk Anda.

Langkah ini bisa ditempuh misalnya dengan memajang angka penjualan di landing page website Anda. Hal ini akan meningkatkan kepercayaan dan tumbuh rasa tidak mau ketinggalan di hati calon konsumen. Atau, gunakan copy yang kuat seperti “Langsung ludes di hari pertama, ayo, masa mau ketinggalan?”

 

#2. Maksimalkan Fitur E-mail atau Messaging

Kunci terbaik dari meningkatkan rasa FOMO dalam diri seseorang adalah menyerang notifikasi mereka. Jadi, Anda bisa mengandalkan fitur E-mail atau messaging.

Ambil contoh AirBnB. Setiap kali Anda sudah memberikan like di sebuah penginapan, sistem akan mengirimi Anda notifikasi kalau ada orang lain yang memberikan like di tempat itu. Akibatnya, Anda akan merasa terdesak untuk cepat-cepat memesan penginapan tersebut supaya tidak keduluan orang lain.

 

#3. Batasi Tampilan Stok Produk

Ini sebenarnya taktik lama: batasi tampilan stok produk sehingga seolah-olah sisanya tinggal sedikit. Sebab takut kehabisan, biasanya pelanggan yang melihat akan langsung melakukan pembelian mumpung masih ada. Dalam pasaran offline, taktik ini biasanya dilakukan dengan sengaja memajang hanya sedikit item di etalase.

Apakah mustahil untuk melakukan gaya marketing yang sama di pasaran digital? Tidak juga. Anda bisa menambahkan keterangan sisa jumlah produk dengan format yang bisa memancing perhatian. Misalnya, tekankan bahwa sepatu edisi terbatas ini hanya sisa 2 agar orang tergesa-gesa membeli sebelum betulan kehabisan.

 

#4. Ciptakan Urgensi

Buatlah situasi seolah-olah sebuah item atau penawaran Cuma available dalam waktu singkat. Dengan begitu, konsumen akan lebih terdorong untuk cepat-cepat membayar dengan virtual money.

Misalnya, berlakukan batas pembayaran hanya 1×24 jam setelah produk di-order supaya buyer cepat-cepat menyelesaikan proses pembelian. Selain itu, Anda bisa juga memberlakukan promo-promo terbatas seperti kupon cashback sampai tanggal tertentu, atau banting harga hingga 40% dengan syarat minimal pembelian pada event-event khusus.

Adanya urgensi seperti ini akan membuat konsumen berpikir, “Kalau bukan sekarang, kapan lagi?”

 

#5. Batasi Tawaran Gratis Ongkir

Tahukah Anda bahwa gratis ongkir jadi faktor yang mempengaruhi 90% konsumen? Bahkan ketika tadinya mereka tidak niat berbelanja, jika ditawari gratis ongkir, pasti akan mempertimbangkan ulang.

Pada dasarnya, orang ogah membayar ongkos kirim. Nah, Anda memajang kesempatan emas berupa tawaran gratis ongkir di banner toko Anda dengan syarat tertentu. Misalnya gratis ongkir untuk tanggal tertentu atau hanya untuk 100 pelanggan pertama. Dengan cara begini, rasa FOMO orang akan terpancing dan segera berbondong-bondong melakukan pembelian.

Karena ketika kesempatannya lewat, mereka jadi harus merogoh kocek extra untuk membayar ongkir.

 

#6. Maksimalkan Penggunaan Expired Content

Yang dimaksud dengan expired content adalah jenis konten yang hanya tersedia selama waktu tertentu. Misalnya, fitur Facebook atau Instagram Story, WhatsApp story, dan juga SnapChat.

Lalu bagaimana menggunakannya? Nah, fitur expired content ini sebenarnya punya sifat psikologis gampang membuat orang merasa teryakinkan bahwa apa pun yang Anda upload di sana kesannya hanya sebentar, terbatas, dan eksklusif.

Jadi cobalah meng-upload flash sale seperti banting harga hanya sampai jam 6 sore, limited item hanya 5 barang saja, dan sebagainya. Dengan pengetahuan ini, orang jadi tergerak untuk rajin-rajin mengecek media sosial Anda sehingga meningkatkan engagement jangka panjang.

 

#7. Buat Bagian Rekomendasi Produk Lebih Relevan

Memperlihatkan halaman atau fitur rekomendasi produk yang diberikan oleh pelanggan adalah suatu hal yang sudah sangat banyak sekali digunakan di toko online. Tapi, Anda bisa merubah hal ini dengan menerapkan FOMO agar bisa lebih terkesan sederhana. Bagaimana caranya?

Alih-alih menulis “produk-produk terkait” atau “rekomendasi dari produk yang sejenis,” Anda bisa mengubahnya dengan cara  “Orang juga membeli produk ini.” Hal yang bisa terbilang sederhana dan kecil ini mampu meningakatkan social proof, sehingga dapat menimbulkan perasaan FOMO pada pelanggan Anda.

 

#8. Genjot Review Pengalaman Orang-Orang

Anda familiar dengan UGC atau User Generated Content? Jika belum, segeralah pelajari. Jenis konten yang berasal dari pengalaman orang-orang ini dijamin sukses membuat orang ingin bergabung jadi konsumen Anda.

Jadi, pastikan untuk membuat review pengalaman positif para pembeli sebelumnya tampak di website Anda sebanyak mungkin. UGC enak dibaca dan alamiah karena berasal dari banyak orang dengan background dan gaya yang berbeda-beda, sehingga orang yang membacanya akan merasa “diajak” oleh banyak orang sekaligus untuk menjajal kebaikan dagangan Anda.

 

#9. Pertimbangkan Reward untuk Para Pembeli Pertama

Luangkan sedikit budget untuk memberikan reward menarik khusus 100 pembeli pertama setiap hari (bisa disesuaikan tergantung besarnya bisnis Anda).  Bisa berupa potongan harga, merchandise unik, gratis ongkir, atau bahkan kupon untuk pembelian berikut.

Taktik ini dinilai sukses karena bisa membuat mereka yang tadinya sama sekali tidak berniat belanja dapat tergerak untuk langsung checkout karena ada promo ini. Dan karena sifatnya terbatas, konsumen cepat berpikir bahwa siapa yang cepat, dialah yang dapat.

 

Baca Juga : Brand Equity, Apa Itu? Simak Penjelasan Lengkapnya Berikut

 

Kelemahan FOMO Marketing

FOMO Marketing

Lalu, apakah FOMO Marketing strategi sempurna yang jelas antigagal? Jawabnya, tidak juga.

Tergantung model bisnis Anda, kadang-kadang FOMO marketing tidak melulu sukses. Misalnya, jika model produk Anda adalah barang yang mahal dan tidak umum seperti barang antik atau kontainer truk. Untuk produk-produk seperti ini, lebih bagus menggunakan strategi marketing standar yang tidak melulu berhubungan dengan batas waktu.

Beda ceritanya untuk barang yang punya masa kedaluarsa dan punya value rendah atau sedang seperti misalnya makanan atau kosmetik. Anda bisa memanfaatkan FOMO marketing secara efektif dengan flash sale dan sebagainya.

Meski demikian, disarankan untuk menggunakan FOMO marketing terlalu gencar. Pasalnya, strategi ini bermain dengan perasaan insecure manusia. Ketika konsumen terlalu banyak disuguhi pemicu FOMO, pada satu titik mereka akan merasa jenuh dan malah ogah mengunjungi marketplace Anda lagi.

Kelemahan FOMO marketing adalah tidak melulu pas untuk semua model bisnis, dan juga bisa membuat konsumen jenuh.

 

Kesimpulan

Pandai-pandailah memainkan FOMO marketing agar malah tidak membuat efek negatif seperti kelemahan di atas. Elemen terpenting dari strategi satu ini adalah menentukan momentum yang pas dan disesuaikan dengan kesediaan produk atau jasa yang Anda punya.

Jika bingung, pertimbangkanlah untuk mempercayakan bisnis Anda pada digital marketing consultant terkemuka yang pastinya lebih tahu cara terbaik untuk membuat bisnis Anda makin meroket.

 

Baca Juga : Tips Memilih Content Writer yang Tepat untuk Membuat Konten Marketing

 

Marketing Agency Indonesia

SeputarMarketing adalah Creative Digital Marketing Agency dan Konsultan Marketing  yang dapat membantu bisnis Anda dalam melakukan Branding dan Promosi, melalui berbagai jasa digital marketing :

 

  1. Jasa Website Development / Jasa Pembuatan Website
  2. Jasa SEO  / Search Engine Optimization 
  3. Jasa Social Media Marketing
  4. Jasa Digital Advertising / Jasa Iklan Digital
  5. Jasa Sosial Media Influencer
  6. Jasa Branding / Jasa Video Marketing

Related Posts

About Us

SeputarMarketing adalah Digital Marketing Agency dan Konsultan Marketing yang menyediakan “One Stop Solution” untuk Branding dan Promosi

Contact Us

Request meeting, quotation & consulting, hubungi :
Whatsapp / Call : 0878-5457-3436
Email : seputarmarketing@gmail.com

Our Service

Website Development, Social Media Marketing, Search Engine Optimization, Digital Advertising, Video Marketing, Creative Design & Marketing Tools

Related Posts

WeCreativez WhatsApp Support
Apa Solusi Marketing Yang anda Butuhkan ?